Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Kehidupan Masyarakat

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Pendekatan Analitik

Pembedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi: ekonomi Keynesian, memusatkan pada permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkan pada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahan penekanan.

Permasalahan dalam Ekonomi Makro

Ekonomi
GDP PPP Per Capita IMF 2008.svg
Kategori umum
Ekonomi mikro · Ekonomi makro
Sejarah pemikiran ekonomi
Metodologi  · Pendekatan heterodoks

Bidang dan subbidang
Behavioral  · Budaya  · Evolusi
Pertumbuhan  · Pengembangan  · Sejarah
Internasional · Sistem ekonomi
Keuangan dan Ekonomi keuangan
Masyarakat dan Ekonomi kesejahteraan
Kesehatan  · Buruh  · Manajerial
Bisnis Informasi  · Informasi · Game theory
Organisasi Industri  · Hukum
Pertanian  · Sumber daya alam
Lingkungan · Ekologis
Kota · Pedesaan  · Kawasan
Peta ekonomi

Teknik
Matematika  · Ekonometrika
Eksperimental · Neraca nasional

Daftar
Jurnal · Publikasi
Kategori · Topik · Ekonom
Portal.svg Portal Bisnis dan ekonomi
Kotak ini: lihat • bicara • sunting
  1. kemiskinanan dan pemerataan
  2. krisis nilai tukar
  3. hutang luar negeri
  4. perbankan, kredit macet
  5. inflasi
  6. pertumbuhan ekonomi
  7. pengangguran
ThreeCoins.svg Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

 

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi

Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:

    • Masa perekonomian tertutup

Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:

  1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
  2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
  3. Belum ada pertukaran barang dan jasa
    • Masa kerajinan dan pertukangan

Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  • Meningkatnya kebutuhan manusia
  • Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
  • Timbulnya pertukaran barang dan jasa
  • Pertukaran belum didasari profit motive
    • Masa kapitalis

Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:

      • Tingkat prakapitalis

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Kehidupan masyarakat masih statis
  2. Bersifat kekeluargaan
  3. Bertumpu pada sektor pertanian
  4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
  5. Hidup secara berkelompok
      • Tingkat kapitalis

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Kehidupan masyarakat sudah dinamis
  2. Bersifat individual
  3. Adanya pembagian pekerjaan
  4. Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan
      • Tingkat kapitalisme raya

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Usahanya semata-mata mencari keuntungan
  2. Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
  3. Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
  4. Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
  5. Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
      • Tingkat kapitalisme akhir

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :

  1. Munculnya aliran sosialisme
  2. Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
  3. Mengutamakan kepentingan bersama

Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:

  1. Masa berburu dan pengembaraan
  2. Masa beternak dan bertani
  3. Masa bertani dan kerajinan
  4. Masa kerajinan, industri, perdagangan

Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:

  1. Masa rumah tangga tertutup
  2. Rumah tangga kota
  3. Rumah tangga bangsa
  4. Rumah tangga dunia

W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:

    • Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
  1. Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
  2. Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
  3. Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai
    • Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)
  1. Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
  2. Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
    • Periode Lepas Landas (The take off)
  1. Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
  2. Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
  3. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
  4. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
  5. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.
    • Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
  1. Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
  2. Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
  3. Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
  4. Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
  5. Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern
    • Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)
  1. Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
  2. Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
  3. Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
  4. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi

Teori Klasik dan Non Klasik

Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.

Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif. b. Harrord Domar Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:

  • Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

  • Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

  • Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

  • Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun unTeks miringtuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.

Klasifikasi Tenaga Kerja

Berdasarkan penduduknya

  • Tenaga kerja

Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.

  • Bukan tenaga kerja

Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia, yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut usia) dan anak-anak.

Berdasarkan batas kerja

  • Angkatan kerja

Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.

  • Bukan angkatan kerja

Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contoh kelompok ini adalah:

  1. anak sekolah dan mahasiswa
  2. para ibu rumah tangga dan orang cacat, dan
  3. para pengangguran sukarela

Berdasarkan kualitasnya

  • Tenaga kerja terdidik

Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter, guru, dan lain-lain.

  • Tenaga kerja terampil

Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik, dan lain-lain.

  • Tenaga kerja tidak terdidik

Tenaga kerja tidak terdidik adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya.

Masalah Ketenagakerjaan

Berikut ini beberapa masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

  • Rendahnya kualitas tenaga kerja

Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan denganmelihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.

  • Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja

Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi.

  • Persebaran tenaga kerja yang tidak merata

Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.

Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & macam pengangguran

Berdasarkan jam kerja

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:

  • Pengangguran friksional (frictional unemployment)

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)

Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.

  • Pengangguran struktural (structural unemployment)

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:

  1. Akibat permintaan berkurang
  2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
  3. Akibat kebijakan pemerintah
  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.

  • Pengangguran siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

  • Pengangguran teknologi

Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.

  • Pengangguran siklus

Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

Penyebab Pengangguran

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Akibat pengangguran

Bagi perekonomian negara

  1. Penurunan pendapatan perkapita.
  2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.
  3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

Bagi masyarakat

  1. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.
  2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja.
  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

Peringkat negara berdasar tingkat pengangguran

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar negara menurut tingkat pengangguran

Tingkat pengangguran di dunia, semakin biru semakin bagus

Ranking
berdasarkan
entitas
Entitas Tingkat
pengangguran
(%)
Sumber / tanggal dari
informasi
1 Flag of Andorra.svg Andorra 0.00 perkiraan 1996.
2 Flag of Monaco.svg Monako 0.00 2005
3 Flag of Norfolk Island.svg Pulau Norfolk (Australia) 0.00
4 Flag of Guernsey.svg Guernsey (Britania Raya) 0.90 Maret 2006 est.
5 Flag of Azerbaijan.svg Azerbaijan 1.20 perkiraan 2006 .
6 Flag of Iceland.svg Islandia 1.30 perkiraan 2006 .
7 Flag of Liechtenstein.svg Liechtenstein 1.30 September 2002
8 Flag of the Isle of Man.svg Pulau Man (Britania Raya) 1.50 perkiraan Desember 2006
9 Flag of Belarus.svg Belarus 1.60 2005
10 Flag of Vanuatu.svg Vanuatu 1.70 1999
11 Flag of Cuba.svg Kuba 1.90 perkiraan 2006 .
12 Flag of Gibraltar.svg Gibraltar (Britania Raya) 2.00 perkiraan 2001 .
13 Flag of Kiribati.svg Kiribati 2.00 perkiraan 1992.
14 Flag of Vietnam.svg Vietnam 2.00 perkiraan 2006.
15 Flag of Papua New Guinea.svg Papua Nugini 2.00 2004
16 Flag of Bermuda.svg Bermuda 2.10 perkiraan 2004.
17 Flag of Thailand.svg Thailand 2.10 perkiraan 2006.
18 Flag of the Faroe Islands.svg Kepulauan Faroe (Denmark) 2.10 2006
19 Flag of Jersey.svg Jersey (Britania Raya) 2.20 perkiraan 2006.
20 Flag of Kuwait.svg Kuwait 2.20 perkiraan 2004.
21 Flag of the United Arab Emirates.svg Uni Emirat Arab 2.40 2001
22 Flag of Laos.svg Laos 2.40 perkiraan 2005.
23 Flag of Bangladesh.svg Bangladesh 2.50 perkiraan 2006.
24 Flag of Bhutan.svg Bhutan 2.50 2004
25 Flag of Cambodia.svg Kamboja 2.50 perkiraan 2000.
26 Flag of Singapore.svg Singapura 2.70 perkiraan 2006.
27 Flag of Ukraine.svg Ukraina 2.70 2006
28 Flag of the United Kingdom.svg Britania Raya 2.90 perkiraan 2006.
29 Flag of Uzbekistan.svg Uzbekistan 3.00 2006
30 Flag of Guatemala.svg Guatemala 3.20 perkiraan 2005.
31 Flag of Qatar.svg Qatar 3.20 perkiraan 2006.
32 Flag of Mexico.svg Meksiko 3.20 perkiraan 2006.
33 Flag of South Korea.svg Korea Selatan 3.30 perkiraan Desember 2006 .
34 Flag of Mongolia.svg Mongolia 3.30 2005
35 Flag of Switzerland.svg Swiss 3.30 perkiraan 2006.
36 Flag of Malaysia.svg Malaysia 3.50 perkiraan 2006.
37 Flag of Norway.svg Norwegia 3.50 perkiraan 2006.
38 Flag of the British Virgin Islands.svg Kepulauan Virgin Britania Raya (Britania Raya) 3.60 1997
39 Flag of Lithuania.svg Lithuania 3.70 perkiraan 2006.
40 Flag of Denmark.svg Denmark 3.80 perkiraan 2006.
41 Flag of Nicaragua.svg Nikaragua 3.80 perkiraan 2006.
42 Flag of New Zealand.svg Selandia Baru 3.80 perkiraan 2006.
43 Flag of San Marino.svg San Marino 3.80 2004
44 Flag of the Northern Mariana Islands.svg Kepulauan Mariana Utara (Amerika Serikat) 3.90 2001
45 Flag of the Republic of China.svg Taiwan 3.90 perkiraan 2006.
46 Flag of Brunei.svg Brunei Darussalam 4.00 2006
47 Flag of Japan.svg Jepang 4.10 perkiraan 2006.
48 Flag of Macau.svg Makau (RRC) 4.10 2005
49 Flag of Luxembourg.svg Luksemburg 4.10 perkiraan 2006.
50 Flag of the People's Republic of China.svg China 4.20 2005
51 Flag of Palau.svg Palau 4.20 perkiraan 2005.
52 Flag of Ireland.svg Irlandia 4.30 perkiraan 2006.
53 Flag of the Cayman Islands.svg Kepulauan Cayman (Britania Raya) 4.40 2004
54 Flag of Estonia.svg Estonia 4.50 2006
55 Flag of Saint Kitts and Nevis.svg Saint Kitts dan Nevis 4.50 1997
56 Flag of the United States.svg Amerika Serikat 4.80 perkiraan 2006.
57 Flag of Australia.svg Australia 4.90 perkiraan 2006.
58 Flag of Austria.svg Austria 4.90 perkiraan 2006.
59 Flag of Hong Kong.svg Hong Kong (RRC) 4.90 perkiraan 2006.
60 Flag of Namibia.svg Namibia 5.30 perkiraan 2006.
61 Flag of Cyprus.svg Siprus 5.50
62 Flag of the Netherlands.svg Belanda 5.50 perkiraan 2006.
63 Flag of Cyprus.svg Siprus 5.60
64 Flag of Sweden.svg Swedia 5.60 perkiraan 2006.
65 Flag of Nigeria.svg Nigeria 5.80 perkiraan 2006.
66 Flag of El Salvador.svg El Salvador 6.00 perkiraan 2006.
67 Flag of Montserrat.svg Montserrat (Britania Raya) 6.00 perkiraan 1998.
68 Flag of Romania.svg Romania 6.10 perkiraan 2006.
69 Flag of the United States Virgin Islands.svg Kepulauan Virgin (Amerika Serikat) 6.20 2004
70 Flag of Canada.svg Kanada 6.40 perkiraan 2006.
71 Flag of Latvia.svg Latvia 6.50 perkiraan Desember 2006.
72 Flag of Pakistan.svg Pakistan 6.50 perkiraan 2006.
73 Flag of Costa Rica.svg Kosta Rika 6.60 perkiraan 2006.
74 Flag of Russia.svg Rusia 6.60 perkiraan 2006.
75 Flag of Italy.svg Italia 6.80 perkiraan 2006.
76 Flag of Malta.svg Malta 6.80 perkiraan 2005.
77 Flag of Aruba.svg Aruba (Belanda) 6.90 perkiraan 2005 .
78 Flag of Finland.svg Finlandia 7.00 perkiraan 2006.
79 Flag of Trinidad and Tobago.svg Trinidad dan Tobago 7.00 perkiraan 2006.
80 Flag of Germany.svg Jerman 7.10 perkiraan 2006.
81 Flag of Peru.svg Peru 7.20 perkiraan 2006.
82 Flag of Moldova.svg Moldova 7.30 perkiraan 2005.
83 Flag of Armenia.svg Armenia 7.40 perkiraan November 2006.
84 Flag of Kazakhstan.svg Kazakhstan 7.40 perkiraan 2006.
85 Flag of Hungary.svg Hungaria 7.40 perkiraan 2006 .
86 Flag of Sri Lanka.svg Sri Lanka 7.60 perkiraan 2006.
87 Flag of Portugal.svg Portugal 7.60 perkiraan 2006
88 Flag of Israel.svg Israel 7.60 perkiraan Januari 2007.
89 Flag of Fiji.svg Fiji 7.60 1999
90 Flag of Morocco.svg Maroko 7.70 perkiraan 2006 .
91 Flag of Bolivia.svg Bolivia 7.80 perkiraan 2006 .
92 Flag of India.svg India 7.80 perkiraan 2006 .
93 Flag of Chile.svg Chili 7.80 2006
94 Flag of the Philippines.svg Filipina 7.90 perkiraan 2006.
95 Flag of Anguilla.svg Anguilla (Britania Raya) 8.00 2002
96 Flag of the Central African Republic.svg Republik Afrika Tengah 8.00 perkiraan 2001 .
97 Flag of Belgium.svg Belgia 8.10 perkiraan 2006.
98 Flag of Spain.svg Spanyol 8.10 perkiraan Oktober 2006.
99 Flag of the Czech Republic.svg Ceko 8.40 perkiraan 2006 .
Flag of Europe.svg Uni Eropa 8.50 perkiraan 2006 .
100 Flag of France.svg Perancis 8.70 perkiraan Desember 2006 .
101 Flag of Panama.svg Panama 8.80 perkiraan 2006.
102 Flag of Venezuela.svg Venezuela 8.90 perkiraan October 2006 .
103 Flag of Greece.svg Yunani 9.20 perkiraan 2006 .
104 Flag of Greenland.svg Greenland (Denmark) 9.30 perkiraan 2005 .
105 Flag of Belize.svg Belize 9.40 2006
106 Flag of Paraguay.svg Paraguay 9.40 perkiraan 2005.
107 Flag of Mauritius.svg Mauritius 9.40 perkiraan 2006 .
108 Flag of Suriname.svg Suriname 9.50 2004
109 Flag of Brazil.svg Brasil 9.60 perkiraan 2006 .
110 Flag of Bulgaria.svg Bulgaria 9.60 perkiraan 2006 .
111 Flag of Slovenia.svg Slovenia 9.60 perkiraan 2006 .
112 Flag of the Turks and Caicos Islands.svg Kepulauan Turks dan Caicos (Britania Raya) 10.00 perkiraan 1997.
113 Flag of Argentina.svg Argentina 10.20 perkiraan kuarter ke 3, 2006 .
114 Flag of Turkey.svg Turki 10.20 perkiraan 2006.
115 Flag of Slovakia.svg Slovakia 10.20 perkiraan 2006.
116 Flag of Myanmar.svg Myanmar 10.20 perkiraan 2006.
117 Flag of the Bahamas.svg Bahama 10.20 perkiraan 2005 .
118 Flag of Egypt.svg Mesir 10.30 perkiraan 2006.
119 Flag of Saint-Pierre and Miquelon.svg Saint Pierre dan Miquelon (Perancis) 10.30 1999
120 Flag of Ecuador.svg Ekuador 10.60 perkiraan 2006.
121 Flag of Barbados.svg Barbados 10.70 perkiraan 2003 .
122 Flag of Uruguay.svg Uruguay 10.80 perkiraan 2006.
123 Flag of Antigua and Barbuda.svg Antigua dan Barbuda 11.00 perkiraan 2001 .
124 Flag of Colombia.svg Kolombia 11.10 perkiraan 2006.
125 Flag of Jamaica.svg Jamaika 11.30 perkiraan 2006 .
126 Flag of Guam.svg Guam (Amerika Serikat) 11.40 perkiraan 2002 .
127 Flag of French Polynesia.svg Polinesia Perancis (Perancis) 11.70 2005
128 Flag of Niue.svg Niue (Selandia Baru) 12.00 2001
129 Flag of Tajikistan.svg Tajikistan 12.00 perkiraan 2004.
130 Flag of Puerto Rico.svg Puerto Riko (Amerika Serikat) 12.00 2002
131 Flag of Grenada.svg Grenada 12.50 2000
132 Flag of Syria.svg Suriah 12.50 perkiraan 2005 .
133 Flag of Indonesia.svg Indonesia 12.50 perkiraan 2006 .
134 Flag of Georgia.svg Georgia 12.60 perkiraan 2004.
135 Flag of Cote d'Ivoire.svg Pantai Gading 13.00 1998
136 Flag of Saudi Arabia.svg Arab Saudi 13.00 perkiraan 2004 .
137 Flag of Tonga.svg Tonga 13.00 perkiraan Tahun anggaran 03/04 .
138 Flag of the Cook Islands.svg Kepulauan Cook (Selandia Baru) 13.10 2005
139 Flag of Albania.svg Albania 13.80 perkiraan September 2006 .
140 Flag of Tunisia.svg Tunisia 13.90 perkiraan 2006 .
141 Flag of Saint Helena.svg Saint Helena (Britania Raya) 14.00 perkiraan 1998.
142 Flag of Mali.svg Mali 14.60 perkiraan 2001.
143 Flag of Poland.svg Polandia 14.90 perkiraan November 2006.
144 Flag of Bahrain.svg Bahrain 15.00 perkiraan 2005 .
145 Flag of Oman.svg Oman 15.00 perkiraan 2004 .
146 Flag of Iran.svg Iran 15.00 perkiraan 2007 .
147 Flag of Saint Vincent and the Grenadines.svg Saint Vincent dan Grenadines 15.00 perkiraan 2001.
148 Flag of Wallis and Futuna.svg Wallis and Futuna (Perancis) 15.20 2003
149 Flag of Jordan.svg Yordania 15.40 perkiraan 2006 .
150 Flag of Algeria.svg Aljazair 15.70 perkiraan 2006.
151 Flag of the Dominican Republic.svg Republik Dominika 16.00 perkiraan 2006.
152 Flag of the Netherlands Antilles (1986-2010).svg Antillen Belanda (Belanda) 17.00 perkiraan 2002.
153 Flag of New Caledonia.svg Kaledonia Baru (Perancis) 17.10 2004
154 Flag of Croatia.svg Kroasia 17.20 perkiraan 2006 .
155 Flag of Kyrgyzstan.svg Kirgizstan 18.00 perkiraan 2004.
156 Flag of Sudan.svg Sudan 18.70 perkiraan 2002 .
157 Flag of the Comoros.svg Komoro 20.00 perkiraan 1996 .
158 Flag of Ghana.svg Ghana 20.00 perkiraan 1997.
159 Flag of Lebanon.svg Lebanon 20.00 perkiraan 2006.
160 Flag of Saint Lucia.svg Saint Lucia 20.00 perkiraan 2003.
161 Flag of Mauritania.svg Mauritania 20.00 perkiraan 2004.
162 Flag of Palestine.svg Jalur Gaza 20.30 2005
163 Flag of Palestine.svg Tepi Barat (Israel) 20.30 2005
164 Flag of Cape Verde.svg Tanjung Verde 21.00 perkiraan 2000.
165 Flag of Gabon.svg Gabon 21.00 perkiraan 1997.
166 Flag of Mozambique.svg Mozambik 21.00 perkiraan 1997.
167 Flag of the Federated States of Micronesia.svg Mikronesia 22.00 perkiraan 2000.
168 Flag of Dominica.svg Dominika 23.00 perkiraan 2000
169 Flag of Botswana.svg Botswana 23.80 2004
170 Flag of Iraq.svg Irak 25.00 perkiraan 2005 .
171 Flag of Mayotte (local).svg Mayotte (Perancis) 25.40 2005
172 Flag of South Africa.svg Afrika Selatan 25.50 perkiraan 2006.
173 Flag of Montenegro.svg Montenegro 27.70 2005
174 Flag of Honduras.svg Honduras 27.90 perkiraan 2006.
175 Flag of American Samoa.svg Samoa Amerika (Amerika Serikat) 29.80 2005
176 Flag of Cameroon.svg Kamerun 30.00 perkiraan 2001.
177 Flag of Equatorial Guinea.svg Guinea Khatulistiwa 30.00 perkiraan 1998 .
178 Flag of Libya.svg Libya 30.00 perkiraan 2004 .
The Earth seen from Apollo 17.jpg Bumi 30.00 perkiraan 2006.
179 Flag of the Marshall Islands.svg Kepulauan Marshall 30.90 perkiraan 2000.
180 Flag of Serbia.svg Serbia 31.60 perkiraan 2005 .
181 Flag of Yemen.svg Yaman 35.00 perkiraan 2003.
182 Flag of Macedonia.svg Makedonia 36.00 perkiraan September 2006 .
183 Flag of Afghanistan.svg Afganistan 40.00 perkiraan 2005 .
184 Flag of Swaziland.svg Swaziland 40.00 perkiraan 2006.
185 Flag of Kenya.svg Kenya 40.00 perkiraan 2001.
186 Flag of Nepal.svg Nepal 42.00 perkiraan 2004 .
187 Flag of Lesotho.svg Lesotho 45.00 2002
188 Flag of Bosnia and Herzegovina.svg Bosnia and Herzegovina 45.50 perkiraan 31 Desember 2004 .
189 Flag of Senegal.svg Senegal 48.00 perkiraan 2001 .
190 Flag of Djibouti.svg Djibouti 50.00 perkiraan 2004 .
191 Flag of Zambia.svg Zambia 50.00 perkiraan 2000.
192 Flag of East Timor.svg Timor Leste 50.00 perkiraan 2001
193 Flag of the Cocos (Keeling) Islands.svg Kepulauan Cocos (Keeling) (Australia) 60.00 perkiraan 2000
194 Flag of Turkmenistan.svg Turkmenistan 60.00 perkiraan 2004
195 Flag of Zimbabwe.svg Zimbabwe 80.00 perkiraan 2005
196 Flag of Liberia.svg Liberia 85.00 perkiraan 2003
197 Flag of Nauru.svg Nauru 90.00 perkiraan 2004

Kebijakan-Kebijakan Pengangguran

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut.

Cara Mengatasi Pengangguran Struktural

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :

  • Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
  • Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.
  • Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
  • Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional

Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.

  • Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
  • Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
  • Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.
  • Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
  • Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

Cara Mengatasi Pengangguran Musiman

Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut.

  • Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
  • Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

Cara Mengatasi Pengangguran Siklus

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.

  • Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
  • Meningkatkan daya beli masyarakat.[1

 

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi

http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran

 

Halaman ini terakhir diubah pada 13.56, 22 April 2012.

Halaman ini terakhir diubah pada 01.15, 29 April 2012.

Halaman ini terakhir diubah pada 02.14, 5 Mei 2012.

Halaman ini terakhir diubah pada 05.30, 30 Maret 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s